Nur iman adalah pilar keyakinan yang harus terhujam di dalam hati yang paling dalam bagi umat Islam. Keyakinan yang mendalam yang akan membawa kita ke dalam kenikmatan yang tiada taranya, sehingga ketenangan, ketenangan, dan kesahduan selalu menemani kita didalam segala kehidupan yang kita jalani. Ini sesuatu yang sangat mahal harganya, tidak dapat dibeli dengan apapun kecuali kesadaran kita untuk beraudensi denganNyadan selalu tunduk dan mematuhiNya, sehingga hati atau qolbu kita terbuka dan terbawa ke dalam pelindungNya dan hanyut ke dalam berperilaku 6 ( enam ) pilar keyakinan yaitu rukun iman.
<skrip asinkron src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-2609852498490974"
crossorigin="anonim"></script>
Rukun Iman (pilar keyakinan) ini menurut aliran Islam Sunni
terdiri dari:
- Iman kepada Allah .
- Patuh dan taat kepada ajaran dan hukum-hukum Allah.
- Iman kepada malaikat -malaikat Allah.
- Mengetahui dan percaya akan keberadaan kekuasaan dan kebesaran Allah di alam semesta.
- Iman kepada kitab-kitab Allah.
- Melaksanakan ajaran kitab-kitab Allah hanif . Salah satu kitab Allah adalah Al-Qur'an .
- Al-Qur'an memuat tiga kitab Allah sebelumnya, yaitu kitab-kitab Zabur , Taurat , dan Injil .
- Iman kepada rasul-rasul Allah.
- Mencontohkan perjuangan para Nabi dan Rasul dalam menyebarkan dan menjalankan kebenaran yang disertai kesabaran.
- Iman kepada hari kiamat .
- Faham bahwa setiap perbuatan akan menghasilkan keberhasilan.
- Iman kepada Qada dan Qadar .
- Paham pada keputusan serta kepastian yang ditentukan Allah di alam semesta.
Dengan mempertajam mata hati kita, dengan selalu berawas-awasan denganNya, dengan menjaga perilaku kita, maka segala sah wasangka akan sirna, menumbuhkan kecintaan dan ketaatan yang mendalam. Kecintaan akan Alloh SWT, kecintaan akan malaikat-malaikatNya, kecintaan akan kitab-kitabNya, kecintaan akan rasol-rasolNya, percaya akan hari akhir qiamat dan qodar.
Dengan demikian maka kedamaian dan kelezatan buah iman akan terpancarkan dalam tingkah laku kita, dan semuanya akan mudah atas bimbinganNya.
Tetapi sebaliknya bila iman kita rusak, maka jadilah kita masuklah kita ke dalam golongan yang ingkar (musrik), munafik atau fasik. Semoga kita tidak termasuk orang-orang yang rusak imannya, tetapi orang-orang yang semakin hari semakin tebail imannya.
Dengan menganut Alloh SWT, berarti kita taat dan patuh terhadap ilmu-ilmu Alloh, baik yang berupa hikmah ataupun yang kasat mata. Hikmah yang terkandung didalam Alquran dan hadis rosululloh, akhlah rosululloh, terhujam dan tertanam didalam hati terpancarkan lewat indra kita, sehingga semua tindak tanduk kita tidak membawa cela dan laknat, tetapi cinta dan kedamaian, yang akhirnya pahala dari amal yang kita perbuat. Insya Alloh kalau hikmah dan keyakinan sudah terhujam di dalam hati, maka kerugian dalam berfikir kita akan sirna, semua akan mendatangkan kebaikan, dan tersingkirkan kejelekan-kejelekan yang mempengaruhi alam bawah sadar kita. Itulah salah satu bentuk nikmatnya iman, subhanalloh.
Pikiran kita akan cemerlang, jalan kita akan lurus, penuh ide-ide yang akan membawa kedamaian, kemulyaan, kecintaan, dan kesadaran. Sehingga dengan demikian kebahagiaan baik lahir ataupun batin akan terpancar di dalam hati penuh. Betapa senangnya hati ini, tiada terkira rasanya. Itulah sebagian kenikmatan dari iman. Subhanalloh.
Hikmah, keyakinan, kesabaran dan keikhlasan, merupakan suatu pegangan dalam rangka mengarungi kehidupan. Dengan hikmah kita akan terbimbing ke dalam jalan yang benar. Dengan keyakinan hati kita menjadi mantap, tenang dan tegar. Dengan kesabaran kita akan selalu terjaga dari kesulitan. Engan keikhlasan kita akan mersakan kebahagian.
Subhanalloh, semoga Alloh selalu membimbing kita dijalan yang benar. Dan selalu menambahkan rahmatNya, rokhimNya dan selalu membisikkan kata-kata suci ke dalam kalbu kita, sehingga kita selamat baik didunia maupun diakherat kelak. Amin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar