Ketika saya membaca subuah judul argumentasi, saya agak terkejut dengan kata-katanya, yaitu " Mengejar Kebahagiaan Dunia Adalah Kebodohan ". Tetapi setelah saya kaji lebih jauh dan jauh dengan pendekatan rokhaniah dan pendekatan emosional, ternyata statemen tersebut adalah benar.
Rasional 1.
Kalau kita hanya mengejar kebahagiaan dunia, rasanya kita tidak punya waktu untuk keperluan lain, kecuali hanya berpikir uang-uang, yang akhirnya kita akan jatuh sakit karena uang dan jatuh sakit pula karena banyak uang. Karena pada dasarnya kebahagiaan dunia ukuran yang paling mendekati signifikan kebenarannya adalah uang, dengan sedikit uang kita menjadi gelisah resah yang akhirnya jatuh sakit, begitu juga dengan banyaknya uang kita menjadi bingung untuk menjaganyanya, akhirnya sakit juga. Lalu dimana letak kebahagiaan yang kita anginkan.
Rasioanal 2.
Sekarang kita coba berfikir sebaliknya, kalau kita berfikir kebahagiaan akherat, apakah kita akan bahagia, dan stetemen ini apakah benar. Marilah kita kaji lebih jauh dan jauh lagi.
Kalau kita berfikir kebahagiaan akherat, tentunya kita akan menjauh bahkan menghindari yang namanya perbuatan yang mendatangkan dosa, artinya kita akan selalu mendekatkan diri kita kepada Tuhannya, dengan taat menjalankan segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya. Dengan ketaatan kita ini hati kita akan menjadi tenang, pikiran kita akan menjadi cerah, hati kita akan menjadi bahkan selalu gembira, sehingga secara otomatis dampaknya akan membawa ketenangan juga didunia baik didalam kita bekerja ataupun didalam kehidupan kita. Sehingga dengan demikian kebahagiaan yang kita dambakan akan lebih terwujudkan.
Rasional 3.
Dengan berfikir terhadap kebahagiaan akherat, maka kita akan menjaga segala organ tubuh kita, baik tangan, kaki, mata, pendengaran, mulut, dan penciuman kita agar tidak melakukan hal-hal yang tercela, dan juga terhadap rasa dan rasio kita yang tak nampak, kita akan menjaganya dari perbuatan-perbuatan yang menimbulkan rasa yang tidak baik, sehingga kita akan tenang dan akhirnya kita akan dapat berfikir secara baik dan rasional, dengan demikian kita akan dapat membedakan kehidupan duniawi ini dengan baik. Pada akhirnya secara otomatis kita akan mendapatkan perasaan kebahagiaan hidup didunia ini.
Rasional 4.
Akhirnya kesimpulan kita pada dasarnya kehidupan didunia ini adalah cerminan kehidupan akherat, dengan kehidupan akherat yang baik dan sempurna, maka imbasnya pasti kehiduipan didunia ini akan baik dan bahagia juga.
Dengan demikian marilah kita coba untuk meningkatkan pendekatan rukhaniah kita, dan pendekatan emsional kita, agar kita dapat berjalan dengan sempurna didalam memacu kecerdasan intelektual kita. Semoga kita akan selalu dapat petunjukNya dan bimbingaNya didalam hidup ini.
Kamis, 04 November 2010
Selasa, 12 Oktober 2010
Uang dan waktu
Kondisi hidup kita dapat dikategorikan kedalam 5 ( lima ) bagian, termasuk yang mana kondisi hidup kita dan marilah kita perbaiki bila ada yang kurang baik, dan yang telah baik marilah kita pertahankan, sebab kebahagiaan adalah tujuan utama hidup kita, baik bahagia dengan Tuhannya, bahagia dengan sesama, dan bahagia dengan lingkungannya.
5 ( lima ) kategori tersebut adalah :
1. Sedikit waktu yang kita nikmati, sedikit uang yang kita dapat. ( Sengsara )
2. Banyak waktu yang kita nikmati, banyak uang yang kita dapat. ( Bahagia )
3. Sedikit waktu yang kita nikmati, banyak uang yang kita dapat. ( Banyak Dikerjanya )
4. Banyak waktu yang kita nikmati, sedikit uang yang kita dapat. ( Banyak Dinganggurnya )
5. Antara waktu dan uang yang kita nikmati sdang-sedang saja. ( sedang-sedang saja )
Dimana letak kondisi kehidupan kita, lalu apakah dengan kondisi yang demikian kita sudah merasa bahagia, bila belum cobalah untuk menelusurinya dan berikhtiarlah agar hidup yang kita dambakan terkabulkan.
5 ( lima ) kategori tersebut adalah :
1. Sedikit waktu yang kita nikmati, sedikit uang yang kita dapat. ( Sengsara )
2. Banyak waktu yang kita nikmati, banyak uang yang kita dapat. ( Bahagia )
3. Sedikit waktu yang kita nikmati, banyak uang yang kita dapat. ( Banyak Dikerjanya )
4. Banyak waktu yang kita nikmati, sedikit uang yang kita dapat. ( Banyak Dinganggurnya )
5. Antara waktu dan uang yang kita nikmati sdang-sedang saja. ( sedang-sedang saja )
Dimana letak kondisi kehidupan kita, lalu apakah dengan kondisi yang demikian kita sudah merasa bahagia, bila belum cobalah untuk menelusurinya dan berikhtiarlah agar hidup yang kita dambakan terkabulkan.
Rabu, 22 September 2010
HUKUM SEBAB AKIBAT
Matematika mengajarkan dengan ilmu pastinya, bahwa :
" jika kebenaran, akan menghasilkan kebaikan " dan
" Jika kesalahan, akan menghasilkan keburukan "
Hidup kita sebenarnya adalah cerminan dari hukum tersebut:
Hidup kita meliputi :
- pola sikap,
- pola makan, dan minum,
- pola beribadah, dll.
Bila kita berfokus kepada kedua cermin tersebut insyaAlloh akan aman, sebagai contoh, makanlah dan minumlah secukupnya, janganlah makan dan minum berlebihan, jangalah makan barang-barang yang memabukkan ( makanan yang beralkohol ), atau yang mematikan ( makanan yang mengandung racun ).Bila kita taati aturan tersebut kita akan aman didalam kesehatan jiwa dan raga kita, bila kita langgar apalah jadinya.
Mudah-mudahan kita termasuk kedalam orang-orang yang mendapat petunjukNya. amin.
" jika kebenaran, akan menghasilkan kebaikan " dan
" Jika kesalahan, akan menghasilkan keburukan "
Hidup kita sebenarnya adalah cerminan dari hukum tersebut:
Hidup kita meliputi :
- pola sikap,
- pola makan, dan minum,
- pola beribadah, dll.
Bila kita berfokus kepada kedua cermin tersebut insyaAlloh akan aman, sebagai contoh, makanlah dan minumlah secukupnya, janganlah makan dan minum berlebihan, jangalah makan barang-barang yang memabukkan ( makanan yang beralkohol ), atau yang mematikan ( makanan yang mengandung racun ).Bila kita taati aturan tersebut kita akan aman didalam kesehatan jiwa dan raga kita, bila kita langgar apalah jadinya.
Mudah-mudahan kita termasuk kedalam orang-orang yang mendapat petunjukNya. amin.
RENUNGAN MALAM
Suatu malam dihari yang sunyi sepi, kudengarkan subuah syair bait lagu dengan sendu dan menyejukkan hati, dimana aku merasakan terketuk hatiku untuk lebih mengenalnya, jauh.......sejauhnya, hingga aku merasakan kehadiranNya, walau hanya seonggok rasa, tenang, aman, damai dan menyenangkan yang bila dinilai dengan kenikmatan dunia, tiada taranya. Semilir mengalir bagai semilirnya angin mamiri, berjalan diatas sajadah permukaan hati, mengalunkan sejuta angan dan harapan.
Sebait lagu itu :
" Aku jauh Engkau jauh, aku dekat Engkau dekat " cuplikan bait lagu BIMBO
" Oh Tuhan berilah petunjukkMu, agar kujadikan pegangan hidupku, apakah salahku, dan apa dosaku hingga ku begini " cuplikan bait lagu Sam DELOID.
" Yang dia tahu Tuhan penyayang umatNya, oh apa yang terjadi terjadilah,yang dia tahu hanyalah menyambung nyawa " cuplikan bait lagu Titik Puspa.
Dari ketiga bait lagu itu, betapa inginnya kita mendekat agar mendapat petunjukNya, sebab Dialah Yang Maha Pengasih dan Penyayang, agar dilimpahkan rasa kasih sayangnya didalam jiwa sanubari kita, hingga terpancar kedalam nuangsa kehidupan alam maya ini. Dialah Yang Maha Pandai, Maha Kaya, alangkah nistanya bila kita tak menyadarinya, sehingga kita jauh dari berkah, dan marilah kita ketuk hati kita yang paling dalam agar merasakan adanya bisikan kalbu yang membawa kita kepada petunjukNya, dan mendapatkan kelapangan dada didalam setiap langkah kita.
Oh janganlah berputus asa, sebab putus asa adalah dosa, sayangilah dirimu, betapa mulianya hingga manusia terpilih sebagai makhluk yang paling mulia diatas bumi ini.
Hanya kepadaMulah aku memohon ditunjukkan jalan yang lurus yang mendapat ridhoMu, dan safaatMu.
Sebait lagu itu :
" Aku jauh Engkau jauh, aku dekat Engkau dekat " cuplikan bait lagu BIMBO
" Oh Tuhan berilah petunjukkMu, agar kujadikan pegangan hidupku, apakah salahku, dan apa dosaku hingga ku begini " cuplikan bait lagu Sam DELOID.
" Yang dia tahu Tuhan penyayang umatNya, oh apa yang terjadi terjadilah,yang dia tahu hanyalah menyambung nyawa " cuplikan bait lagu Titik Puspa.
Dari ketiga bait lagu itu, betapa inginnya kita mendekat agar mendapat petunjukNya, sebab Dialah Yang Maha Pengasih dan Penyayang, agar dilimpahkan rasa kasih sayangnya didalam jiwa sanubari kita, hingga terpancar kedalam nuangsa kehidupan alam maya ini. Dialah Yang Maha Pandai, Maha Kaya, alangkah nistanya bila kita tak menyadarinya, sehingga kita jauh dari berkah, dan marilah kita ketuk hati kita yang paling dalam agar merasakan adanya bisikan kalbu yang membawa kita kepada petunjukNya, dan mendapatkan kelapangan dada didalam setiap langkah kita.
Oh janganlah berputus asa, sebab putus asa adalah dosa, sayangilah dirimu, betapa mulianya hingga manusia terpilih sebagai makhluk yang paling mulia diatas bumi ini.
Hanya kepadaMulah aku memohon ditunjukkan jalan yang lurus yang mendapat ridhoMu, dan safaatMu.
Selasa, 21 September 2010
KESABARAN MANUSIA
Sabar adalah salah satu sifat manusia yang dituntut keberadaannya secara mutlak dan harus bersandar didalam hati yang paling dalam dan setiap saat selalu membimbing langkah kita menuju kebenaran. Sabar adalah potensi yang sangat mutlak diperlukan untuk membuahkan energi yang sangat besar didalam mewujudkan suatu keinginan. Teliti dan jeli adalah wujud nyata dari sifat sabar didalam mengerjakan sesuatu. Dengan demikian sabar adalah mutlak diperlukan didalam kehidupan agar orang tidak merugi didalam kehidupannya.
Sabar dan kesabaran akan terwujud apabila :
A. Kemampuan kecerdasan Rokhaniah.
1. Jangan mengharap pujian tetapi kerjakan dengan baik dan benar.
2. Menyadari bahwa ada keterbatasan dalam diri manusia.
3. Lihatlah, dengarlah, rasakanlah yang baik-baik saja, agar dapat berjalan
dengan tenang.
4. Lingkungan sangat besar, pilihlah yang terbaik agar tidak jatuh kedalam
gelombang amarah.
5. Banyak jalan untuk menuju keberhasilan.
B. Kemampuan Kecerdasan Emotional.
1. Menyadari bahwa manusia mempunyai rasa ego yang sangat tinggi.
2. Menyadari bahwa ketenangan akan menghasilkan keberhasilan.
3. Menyadari bahwa percaya diri membangkitkan semangat yang tinggi.
4. Menyadari bahwa rasa cemas dan keputus asaan akan membawa ketidak
berhasilan.
5. Menyadari bahwa didalam diri ada control yang sangat baik dan tinggi.
C. Kemampuan Kecerdasan Intelektual.
1. Rencanakan sesuatu aktivitas dengan prosedur yang benar.
2. Perhitungkan secara masak dan kerjakan sesuai dengan perhitungan tersebut.
3. Kerjakan dengan teliti dan jeli agar menghasilkan sesuatu yang baik.
4. Kerjakanlah dengan kesalahan yang seminim mungkin.
5. Kerjakanlah dengan membuat kisaran yang mendekati kebenaran.
6. Periksalah hasil pekerjaan dengan benar.
Dengan memamfaatkan ketiga kecerdasan didalam diri manusia, dan menyadari bahwa segala gerak dan aktivitas tidak luput dari ketiganya, maka insya Alloh kesabaran didalam segala langkah didalam kehidupan akan terwujud. Dan efek sinergis dari kesabaran tersebut adalah keberhasilan, sebab dari kontaminasi ketiga kecerdasan itu menimbulkan semangat yang tinggi dan menekan sifat-sifat kemalasan dan amarah.
Sabar dan kesabaran akan terwujud apabila :
A. Kemampuan kecerdasan Rokhaniah.
1. Jangan mengharap pujian tetapi kerjakan dengan baik dan benar.
2. Menyadari bahwa ada keterbatasan dalam diri manusia.
3. Lihatlah, dengarlah, rasakanlah yang baik-baik saja, agar dapat berjalan
dengan tenang.
4. Lingkungan sangat besar, pilihlah yang terbaik agar tidak jatuh kedalam
gelombang amarah.
5. Banyak jalan untuk menuju keberhasilan.
B. Kemampuan Kecerdasan Emotional.
1. Menyadari bahwa manusia mempunyai rasa ego yang sangat tinggi.
2. Menyadari bahwa ketenangan akan menghasilkan keberhasilan.
3. Menyadari bahwa percaya diri membangkitkan semangat yang tinggi.
4. Menyadari bahwa rasa cemas dan keputus asaan akan membawa ketidak
berhasilan.
5. Menyadari bahwa didalam diri ada control yang sangat baik dan tinggi.
C. Kemampuan Kecerdasan Intelektual.
1. Rencanakan sesuatu aktivitas dengan prosedur yang benar.
2. Perhitungkan secara masak dan kerjakan sesuai dengan perhitungan tersebut.
3. Kerjakan dengan teliti dan jeli agar menghasilkan sesuatu yang baik.
4. Kerjakanlah dengan kesalahan yang seminim mungkin.
5. Kerjakanlah dengan membuat kisaran yang mendekati kebenaran.
6. Periksalah hasil pekerjaan dengan benar.
Dengan memamfaatkan ketiga kecerdasan didalam diri manusia, dan menyadari bahwa segala gerak dan aktivitas tidak luput dari ketiganya, maka insya Alloh kesabaran didalam segala langkah didalam kehidupan akan terwujud. Dan efek sinergis dari kesabaran tersebut adalah keberhasilan, sebab dari kontaminasi ketiga kecerdasan itu menimbulkan semangat yang tinggi dan menekan sifat-sifat kemalasan dan amarah.
KECERDASAN MANUSIA.
Kecerdasan manusia fungsi dari kecerdasan rukhaniah, kecerdasan intelektual, dan kecerdasan emosional.
Kecerdasan rokhaniah :
1. Bagaimana agar kebijakan yang dibuat manusia tidak memperdaya dirinya sendiri.
2. Bagaimana agar kebijakan manusia lebih banyak manfaatnya dari pada ruginya.
3. Bagaimana agar menyadari bahwa manusia ada batas kesanggupan memanfaatkan daya nalarnya.
4. Bagaimana mengkondisikan kestabilan antara rasio dan rasa sehingga bisa menuntun jalan yang terbaik.
5. Bagaimana memanfaatkan mud-mud yang baik, sesuatu yang baru itu datangnya secara tiba-tiba dan hilang bila tidak diverifikasikan.
6. dll
Kecerdasan emosional :
1. Bagaimana mengubah amarah menjadi energi potensial yang sangat besar didalam menunjang karer seseorang.
2. Bagaimana memupuk kesabaran didalam segala kegiatan kehidupan manusia.
3. Bagaimana mewujudkan ketulusan didalam kegiatan kehidupan manusia.
4. Bagaimana menanamkan cinta kasih terhadap sesama khususnya dan alam sekitarnya pada umumnya.
5. Bagaimana agar tidak terhanyut dalam kesedihan yang berlarut-larut.
6. dll
Kecerdasan intelektual :
1. Bakat alam yang dibawa sejak lahir dengan didampingi kemampuan kecerdasan emosional dan kecerdasan rokhaniah.
Kecerdasan rokhaniah :
1. Bagaimana agar kebijakan yang dibuat manusia tidak memperdaya dirinya sendiri.
2. Bagaimana agar kebijakan manusia lebih banyak manfaatnya dari pada ruginya.
3. Bagaimana agar menyadari bahwa manusia ada batas kesanggupan memanfaatkan daya nalarnya.
4. Bagaimana mengkondisikan kestabilan antara rasio dan rasa sehingga bisa menuntun jalan yang terbaik.
5. Bagaimana memanfaatkan mud-mud yang baik, sesuatu yang baru itu datangnya secara tiba-tiba dan hilang bila tidak diverifikasikan.
6. dll
Kecerdasan emosional :
1. Bagaimana mengubah amarah menjadi energi potensial yang sangat besar didalam menunjang karer seseorang.
2. Bagaimana memupuk kesabaran didalam segala kegiatan kehidupan manusia.
3. Bagaimana mewujudkan ketulusan didalam kegiatan kehidupan manusia.
4. Bagaimana menanamkan cinta kasih terhadap sesama khususnya dan alam sekitarnya pada umumnya.
5. Bagaimana agar tidak terhanyut dalam kesedihan yang berlarut-larut.
6. dll
Kecerdasan intelektual :
1. Bakat alam yang dibawa sejak lahir dengan didampingi kemampuan kecerdasan emosional dan kecerdasan rokhaniah.
ILMU
Ilmu dalam perwujudannya terbagi dalam dua kategori, yaitu :
1. Metaphora, ilmu-ilmu yang diperoleh dari penelitian dan penelaahan alam dan atau dari buku-buku yang tersedia, baik buku-buku ilmu-ilmu Pasti, ilmu-ilmu Sosial, dan ilmu-ilmu Psikologi. Keduanya saling berhubungan secara signifikan, dimana penelitian alam ditunjang dari adanya buku-buku, dan buku-buku yang ada merupakan hasil dari penelitian alam.
2. Metaphisika, ilmu-ilmu yang diluar metaphora, sesuatu yang ada tetapi tidak kelihatan adanya.
Contohnya : Bagaimana saudara tahu tentang kebahagiaan, darimana dan bagaimana menciptakan kebahagiaan. Rasanya sulit untuk dianalisa secara pasti, sebab sesuatu yang dikategorikan membahagiakan, ternyata tidak. Kebahagiaan dapat diciptakan dengan adanya uang , tetapi ternyata tidak selamanya benar, sebab dengan adanya uang yang menjadi hak milik seseorang malah membingungkan dan menakutkan.
Lalu dimana munculnya kebahagiaan, didalam hati dan masing-masing orang adalah relatif dalam menafsirkan kebahagiaan.
Bagaimana dengan Alloh, sulit untuk dilihat wujudnya, tetapi dapat dirasakan kehadirannya, ketika kita sholat bahkan ketika kita masuk tempat ibadah. Sejuk, damai, tenang dan sangat menyenangkan. Itulah buah dari kepercayaan kita yang sangat agung, iman kita yang mantap. Betapa senangnya apabila setiap detik, setiap waktu kita merasakan rahmatNya.
Kedua peristiwa itu ada, dan adanya karena adanya ilmu metaphisika, aturan yang tersusun dan tertulis secara benar.
Jadi ilmu adalah perwujudan metaphora dan metaphisikan didalam kehidupan nyata sehingga mempermudah segala persoalan yang ada.
1. Metaphora, ilmu-ilmu yang diperoleh dari penelitian dan penelaahan alam dan atau dari buku-buku yang tersedia, baik buku-buku ilmu-ilmu Pasti, ilmu-ilmu Sosial, dan ilmu-ilmu Psikologi. Keduanya saling berhubungan secara signifikan, dimana penelitian alam ditunjang dari adanya buku-buku, dan buku-buku yang ada merupakan hasil dari penelitian alam.
2. Metaphisika, ilmu-ilmu yang diluar metaphora, sesuatu yang ada tetapi tidak kelihatan adanya.
Contohnya : Bagaimana saudara tahu tentang kebahagiaan, darimana dan bagaimana menciptakan kebahagiaan. Rasanya sulit untuk dianalisa secara pasti, sebab sesuatu yang dikategorikan membahagiakan, ternyata tidak. Kebahagiaan dapat diciptakan dengan adanya uang , tetapi ternyata tidak selamanya benar, sebab dengan adanya uang yang menjadi hak milik seseorang malah membingungkan dan menakutkan.
Lalu dimana munculnya kebahagiaan, didalam hati dan masing-masing orang adalah relatif dalam menafsirkan kebahagiaan.
Bagaimana dengan Alloh, sulit untuk dilihat wujudnya, tetapi dapat dirasakan kehadirannya, ketika kita sholat bahkan ketika kita masuk tempat ibadah. Sejuk, damai, tenang dan sangat menyenangkan. Itulah buah dari kepercayaan kita yang sangat agung, iman kita yang mantap. Betapa senangnya apabila setiap detik, setiap waktu kita merasakan rahmatNya.
Kedua peristiwa itu ada, dan adanya karena adanya ilmu metaphisika, aturan yang tersusun dan tertulis secara benar.
Jadi ilmu adalah perwujudan metaphora dan metaphisikan didalam kehidupan nyata sehingga mempermudah segala persoalan yang ada.
Senin, 30 Agustus 2010
TUHAN PENYAYANG UMATNYA
Tuhan telah menciptakan :
1. Jin dan Manusia.
2. Malaikat
3. Iblis
4. Alam seisinya.
Keempat ciptaannya ini semua mendapatkan kasih sayang yang sama, sebab Tuhan Maha Pengasih dan Penyayang, jadi kalau kita manusia tersesat karena ulah setan ( iblis ), bukan iblis yang dilaknat oleh Tuhan, tetapi kita ( manusia ) yang dilaknat olehNya, sementara kasih sayang Tuhan terhadap Iblis tetap, sebab Tuhan tidak membedakan kasih sayangnya terhadap ciptaanNya.
Oleh karena itu marilah kita hindari godaan setan ( iblis ) agar kita terhindar dari laknat Tuhan, dan kita kerjakan amanatNya, agar kita masuk surga kelak, dan selalu mendapat bimbinganNya. Amin Ya Robbal Alamin.
1. Jin dan Manusia.
2. Malaikat
3. Iblis
4. Alam seisinya.
Keempat ciptaannya ini semua mendapatkan kasih sayang yang sama, sebab Tuhan Maha Pengasih dan Penyayang, jadi kalau kita manusia tersesat karena ulah setan ( iblis ), bukan iblis yang dilaknat oleh Tuhan, tetapi kita ( manusia ) yang dilaknat olehNya, sementara kasih sayang Tuhan terhadap Iblis tetap, sebab Tuhan tidak membedakan kasih sayangnya terhadap ciptaanNya.
Oleh karena itu marilah kita hindari godaan setan ( iblis ) agar kita terhindar dari laknat Tuhan, dan kita kerjakan amanatNya, agar kita masuk surga kelak, dan selalu mendapat bimbinganNya. Amin Ya Robbal Alamin.
KEBUGARAN DARI ALAM
Kita mengharapkan kesehatan yang optimal , baik jasmani dan rokhani. Kesehatan ini akan tercapai bila kita, dapat merubah dan melaksanakan :
1. Pola Pikir.
( Hidup saudara adalah merupakan hasil berpikir saudara, oleh karena itu dengan kapasitas berpikir saudara, saudara dapat mengubah jalan hidup dengan cara mengubah jalan berpikir saudara. Dengan kapasitas berpikir saudara pula saudara dapat merasakan kenikmatan hidup ( sehat ) dan mersakan sakit. Adhil Fathi Abdullah dalam bukunya Membangun Positive Thinking )
Artinya jangan terlalu membebani pikiran kita dengan sesuatu hal yang memberatkan pikiran kita, tetapi lakukan sesuatu hal yang dapat kita lakukan dengan kemapuan kapasitas berpikir kita, dengan manajemen yang baik, dengan menyikapi yang baik, dan dengan control yang baik pula. Apabila kita keluar dari jalur kapasitas pemikiran kita maka akan berakibat fatal terhadap kehidupan kita. Didalam diri kita ada rasio ( otak ) dan rasa, yang keduanya bekerja bersamaan dalam menangkap stimulus yang diberikan oleh alam, tentunya dengan control keduanya, maka keseimbangan dan kestabilan kehidupan kita akan baik.
2. Pola Makan.
Makanlah sesuatu secukupnya, jangan makan terlalu banyak, dan jangan terlalu sedikit. Makanlah sesuatu yang layak untuk kesehatan tubuh kita, dan jauhi makanan yang membahayakan tubuh kita. Makan makanan terlalu banyak akan memberatkan organ-organ pencernakan kita didalam pekerjaannya, dan apabila terlalu sedikit juga akan merusak organ-organ tersebut.
1. Pola Pikir.
( Hidup saudara adalah merupakan hasil berpikir saudara, oleh karena itu dengan kapasitas berpikir saudara, saudara dapat mengubah jalan hidup dengan cara mengubah jalan berpikir saudara. Dengan kapasitas berpikir saudara pula saudara dapat merasakan kenikmatan hidup ( sehat ) dan mersakan sakit. Adhil Fathi Abdullah dalam bukunya Membangun Positive Thinking )
Artinya jangan terlalu membebani pikiran kita dengan sesuatu hal yang memberatkan pikiran kita, tetapi lakukan sesuatu hal yang dapat kita lakukan dengan kemapuan kapasitas berpikir kita, dengan manajemen yang baik, dengan menyikapi yang baik, dan dengan control yang baik pula. Apabila kita keluar dari jalur kapasitas pemikiran kita maka akan berakibat fatal terhadap kehidupan kita. Didalam diri kita ada rasio ( otak ) dan rasa, yang keduanya bekerja bersamaan dalam menangkap stimulus yang diberikan oleh alam, tentunya dengan control keduanya, maka keseimbangan dan kestabilan kehidupan kita akan baik.
2. Pola Makan.
Makanlah sesuatu secukupnya, jangan makan terlalu banyak, dan jangan terlalu sedikit. Makanlah sesuatu yang layak untuk kesehatan tubuh kita, dan jauhi makanan yang membahayakan tubuh kita. Makan makanan terlalu banyak akan memberatkan organ-organ pencernakan kita didalam pekerjaannya, dan apabila terlalu sedikit juga akan merusak organ-organ tersebut.
MENGOPTIMALISASI KEBAHAGIAAN
Sosok kebahagiaan sangat mutlak diperlukan oleh manusia agar hidup dan kehidupannya dapat teratur dan sempurna. Ada dua hal yang perlu saudara ketahui agar optimalisasi kebahagian tercapai dengan baik.
Dua hal itu adalah :
1. Menyayangi orang lain seperti menyayangi diri sendiri.
Sudah selayaknya kita hidup bermasyarakat, baik berkumpul dengan masyarakat kelas atas, masyarakat kelas menengah dan masyarakat kelas bawah. Dan yang paling dekat dengan kita adalah masyarakat dimana kita berada, baik dirumah atau dilembaga kita bekerja. Dilingkungan inilah kita diharapkan untuk saling menghargai dan menyayangi, sebagaimana layaknya kita menghargai dan menyayangi diri kita sendiri. Memang terlalu berat untuk terlaksananya hal itu, bagaimana kita bisa mewujudkan kasih sayang ( menyayangi ) orang lain selayaknya menyayangi diri sendiri. Tapi bila saudara bisa melaksanakannya dengan baik, maka sebenarnya kita telah mengoptimalisasikan kebahagaiaan.
Alasannya :
Dengan menyayangi orang lain seperti diri kita sendiri, sebenarnya kita telah menggandakan rasa kebahagiaan.
a. Kita merasa bahagia karena telah membahagiakan orang lain.
b. Kebahagiaan yang dirasakan orang lain akan berimbas kedalam diri kita,
sebagaimana kebahagiaan yang ia rasakan.
Jadi dengan demikian kita telah mendapatkan dua kebahagiaan sekaligus, yaitu kebahagiaan yang kita rasakan karena membahagiakan orang lain, dan imbas kebahagiaan dari orang lain karena sikap yang telah kita berikan.
2. Mengikhlaskan sesuatu yang kita perlukan untuk kepentingan orang lain.
Agaknya terlalu berat untuk hal ini, tetapi itulah puncak kebahagian yang akan kita peroleh, bukan dua kebahagiaan, tetapi tiga kebahagiaan sekaligus kita peroleh, apabila kita mampu melakukannya. Tetapi ingat kita harus ikhlas, selama kita masih belum ikhlas maka sebaliknya.
Tiga kebahagiaan tersebut adalah:
a. Kita merasa bahagia karena telah membahagiakan orang lain.
b. Kebahagiaan yang dirasakan orang lain berimbas kedalam diri kita, sebagaimana
kebahagiaan yang ia rasakan.
c Kita terlepas dari beban, walaupun beban tersebut sebenarnya kita mampu
menanggulanginya. Kenapa kita mampu, sebab itu adalah milik kita dan sudah
sewajarnya apabila kita mampu menanggulanginya, dengan terlepasnya beban
tersebut maka sebenarnya kita telah menambah setitik kebahagiaan.
Tapi ingat dalam hal ini yang saya maksud cuma sebatas harta atau pekerjaan yang kita miliki, bukan yang lainnya ( dalam tanda kutip ).
InsyaAlloh dengan terlaksanya dua hal yang sangar essensial itu didalam kehidupan kita, maka kita akan merasakan kebahagiaan yang sangat dalam. Semoga kita dapat melaksanakannya. Amin.
Dua hal itu adalah :
1. Menyayangi orang lain seperti menyayangi diri sendiri.
Sudah selayaknya kita hidup bermasyarakat, baik berkumpul dengan masyarakat kelas atas, masyarakat kelas menengah dan masyarakat kelas bawah. Dan yang paling dekat dengan kita adalah masyarakat dimana kita berada, baik dirumah atau dilembaga kita bekerja. Dilingkungan inilah kita diharapkan untuk saling menghargai dan menyayangi, sebagaimana layaknya kita menghargai dan menyayangi diri kita sendiri. Memang terlalu berat untuk terlaksananya hal itu, bagaimana kita bisa mewujudkan kasih sayang ( menyayangi ) orang lain selayaknya menyayangi diri sendiri. Tapi bila saudara bisa melaksanakannya dengan baik, maka sebenarnya kita telah mengoptimalisasikan kebahagaiaan.
Alasannya :
Dengan menyayangi orang lain seperti diri kita sendiri, sebenarnya kita telah menggandakan rasa kebahagiaan.
a. Kita merasa bahagia karena telah membahagiakan orang lain.
b. Kebahagiaan yang dirasakan orang lain akan berimbas kedalam diri kita,
sebagaimana kebahagiaan yang ia rasakan.
Jadi dengan demikian kita telah mendapatkan dua kebahagiaan sekaligus, yaitu kebahagiaan yang kita rasakan karena membahagiakan orang lain, dan imbas kebahagiaan dari orang lain karena sikap yang telah kita berikan.
2. Mengikhlaskan sesuatu yang kita perlukan untuk kepentingan orang lain.
Agaknya terlalu berat untuk hal ini, tetapi itulah puncak kebahagian yang akan kita peroleh, bukan dua kebahagiaan, tetapi tiga kebahagiaan sekaligus kita peroleh, apabila kita mampu melakukannya. Tetapi ingat kita harus ikhlas, selama kita masih belum ikhlas maka sebaliknya.
Tiga kebahagiaan tersebut adalah:
a. Kita merasa bahagia karena telah membahagiakan orang lain.
b. Kebahagiaan yang dirasakan orang lain berimbas kedalam diri kita, sebagaimana
kebahagiaan yang ia rasakan.
c Kita terlepas dari beban, walaupun beban tersebut sebenarnya kita mampu
menanggulanginya. Kenapa kita mampu, sebab itu adalah milik kita dan sudah
sewajarnya apabila kita mampu menanggulanginya, dengan terlepasnya beban
tersebut maka sebenarnya kita telah menambah setitik kebahagiaan.
Tapi ingat dalam hal ini yang saya maksud cuma sebatas harta atau pekerjaan yang kita miliki, bukan yang lainnya ( dalam tanda kutip ).
InsyaAlloh dengan terlaksanya dua hal yang sangar essensial itu didalam kehidupan kita, maka kita akan merasakan kebahagiaan yang sangat dalam. Semoga kita dapat melaksanakannya. Amin.
Rabu, 25 Agustus 2010
GURU
Putih harum namamu…..kurajut dalam …
Menebar sukma kau beri fatwa... kau tak pernah berduka... pahlawan tanpa tanda jasa. Awan berkumandang ditengah nuangsa, tersirat abadi setiap hari kau tuliskan kata suci dihati hamba Illahi.... anak negeri. Itulah yang terpatri dihati..... guru, guru amanah negeri.
Kau rajut seribu angan, kau tabur sejuta harapan.... untuk tercinta asuhan sang dewi, yang kau pandang setiap hari, kadang ada tetes air mata, bila kau duka..... karena fatwa tak sampai ke mata sang asuhan permata, tapi ada harapan nuansa kelangit biru, bila asuhan sang dewi sampai keujung awan putih.... itulah guru.
Menebar sukma kau beri fatwa... kau tak pernah berduka... pahlawan tanpa tanda jasa. Awan berkumandang ditengah nuangsa, tersirat abadi setiap hari kau tuliskan kata suci dihati hamba Illahi.... anak negeri. Itulah yang terpatri dihati..... guru, guru amanah negeri.
Kau rajut seribu angan, kau tabur sejuta harapan.... untuk tercinta asuhan sang dewi, yang kau pandang setiap hari, kadang ada tetes air mata, bila kau duka..... karena fatwa tak sampai ke mata sang asuhan permata, tapi ada harapan nuansa kelangit biru, bila asuhan sang dewi sampai keujung awan putih.... itulah guru.
SAYANG............SAYANGILAH DIRIMU
Pernah ku memandangmu, betapa bahagianya hatimu.
Lewat sorot matamu, dan lembutnya kata-katamu…..
Tapi aku hanyalah seonggok cahaya yang jauh darimu
Dan bila dekat aku adalah aku dan kamu adalah kamu.
Kini kutak bisa diam membisu.............
Sebab kau adalah bagian dari tanggung jawabku
Seperjalanan walau sejenak kau disisiku
Sayang kau adalah anak-anakku..siswaku dan muridku
Aku adalah cahaya yang mencoba menerangi jiwamu
Lewat perkataanku……………
Lewat sikap dan tindak tandukku…………..
Lewat ilmu yang kuberikan padamu..........
Hanya satu harapanku, semoga berguna bagimu..
Tapi aku tak memaksamu......................
Sebab aku adalah aku dan kamu adalah kamu
Seandainya kau rajut didalam hatimu..
Betapa bahagianya hatiku..
Sebab kau muridku, sayangku dan seirama denganku
Tapi bila kau buang jauh, akupun tak marah padamu
Sebab kau berjiwa dan bersahaya dan berkehidupan didunia....
Hanya satu pesanku…………
Sayang…………sayangilah Dirimu.
Damar, 14 Januari , 2010.
Catatan diwaktu senggang, Prigen.
Lewat sorot matamu, dan lembutnya kata-katamu…..
Tapi aku hanyalah seonggok cahaya yang jauh darimu
Dan bila dekat aku adalah aku dan kamu adalah kamu.
Kini kutak bisa diam membisu.............
Sebab kau adalah bagian dari tanggung jawabku
Seperjalanan walau sejenak kau disisiku
Sayang kau adalah anak-anakku..siswaku dan muridku
Aku adalah cahaya yang mencoba menerangi jiwamu
Lewat perkataanku……………
Lewat sikap dan tindak tandukku…………..
Lewat ilmu yang kuberikan padamu..........
Hanya satu harapanku, semoga berguna bagimu..
Tapi aku tak memaksamu......................
Sebab aku adalah aku dan kamu adalah kamu
Seandainya kau rajut didalam hatimu..
Betapa bahagianya hatiku..
Sebab kau muridku, sayangku dan seirama denganku
Tapi bila kau buang jauh, akupun tak marah padamu
Sebab kau berjiwa dan bersahaya dan berkehidupan didunia....
Hanya satu pesanku…………
Sayang…………sayangilah Dirimu.
Damar, 14 Januari , 2010.
Catatan diwaktu senggang, Prigen.
AKU
Gelap mengitarai sang rembulan, sudah tidak ada lagi keindahan, awan kelabu berputar-putar tanpa arah, jalan semakin menikung, berbelok, mendekati panasnya sang mentari. Bayang sendu ombak kusuma sang biru merayu, ketika kusibah cahaya nirwana, ada secerca harapan tuk menjangkau rembulan, jalan masih panjang…… kata Begawan jagat raya. Alangkah indahnya bila semua adalah jalan berirama menuju kusama batu nirwana, gemerlapnya akan memancar dialam marca pada, tetapi apa kiranya…… bila hari-hari adalah awan sendu, tak ada lagi harap, tak ada lagi hasrat,….. bilakah waktu kan tiba, ……aku hanyalah sebongkah asa yang bersandar kepada alam marcapada, salahkah bila mengharap hadirnya berkah,……….oh alangkah naifnya bila kau tak menghiba, malah kau toreh gelap gulita.
Selasa, 24 Agustus 2010
SETELAH PADA PUNCAKNYA
Aku seorang sarjana pendidikan ( S2 ) dengan jurusan TEP ( Tehnologi Pembelajaran ) yang dengan izin Alloh diberikan tugas sebagai pengajar di Sekolah Lanjutan Pertama. 10 ( sepuluh ) tahun sudah aku mengabdikan diriku, dan selama itu aku mengadakan riset ( action riset ) terhadap kegiatan pembelajaran khususnya Sistem Pembelajaran dan Sistem Instraktional.
Dengan bekal ilmu pendidikan yang aku peroleh dari pendidikan pasca sarjana ( s2 ) tehnologi pembelajaran, aku mulai mengadakan riset terhadap siswa-siswi disekolah. Berhari-hari,berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun sampai akhirnya aku dapat menterjemahkan didalam tulisan beberapa pengertian ilmu pendidikan seperti :
1. Sistem Pembelajaran.
2. Sistem Instraksional.
3. Pengembangan Sistem Pembelajaran.
4. Strategi Pembelajaran Berbasis Sistem. dll
Tetapi pada akhirnya, pada puncaknya setelah semua khasanah ilmu pendidikan saya terjemahkan kedalam tulisan, aku merasakan betapa luasnya, betapa besarnya, betapa banyaknya, ilmu pengetahuan yang dilahirkan dari pengamatan alam dan atas kebesaranNya. Sehingga aku yang merasakan mendapatkan ilmu yang banyak ( ilmu pendidikan ) atas rahmatNya, tetapi disitu aku merasakan betapa kecilnya aku, betapa bodohnya aku, betapa kerdilnya aku, bila dibandingkan masih banyaknya ilmu pengetahuan yang sangat banyak, sangat luas, dan tersebar dibidang-bidang keahlian lainnya.
Disitulah aku mulai merasakan kekuasaan yang besar, adanya pengasih dan penyayang yang maha agung dan telah diberikan kepada aku, sehingga aku bisa menterjemahkan sebagian kecil dari cabang-cabang ilmu yang sangat luas ini.
Semoga dengan demikian bukan kesombongan yang muncul dihatiku, tetapi malah sebaliknya aku semakin merasakan bahwa sebenarnya aku tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan seluas lautan ilmu pengetahuan yang ada. Amin.
Dengan bekal ilmu pendidikan yang aku peroleh dari pendidikan pasca sarjana ( s2 ) tehnologi pembelajaran, aku mulai mengadakan riset terhadap siswa-siswi disekolah. Berhari-hari,berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun sampai akhirnya aku dapat menterjemahkan didalam tulisan beberapa pengertian ilmu pendidikan seperti :
1. Sistem Pembelajaran.
2. Sistem Instraksional.
3. Pengembangan Sistem Pembelajaran.
4. Strategi Pembelajaran Berbasis Sistem. dll
Tetapi pada akhirnya, pada puncaknya setelah semua khasanah ilmu pendidikan saya terjemahkan kedalam tulisan, aku merasakan betapa luasnya, betapa besarnya, betapa banyaknya, ilmu pengetahuan yang dilahirkan dari pengamatan alam dan atas kebesaranNya. Sehingga aku yang merasakan mendapatkan ilmu yang banyak ( ilmu pendidikan ) atas rahmatNya, tetapi disitu aku merasakan betapa kecilnya aku, betapa bodohnya aku, betapa kerdilnya aku, bila dibandingkan masih banyaknya ilmu pengetahuan yang sangat banyak, sangat luas, dan tersebar dibidang-bidang keahlian lainnya.
Disitulah aku mulai merasakan kekuasaan yang besar, adanya pengasih dan penyayang yang maha agung dan telah diberikan kepada aku, sehingga aku bisa menterjemahkan sebagian kecil dari cabang-cabang ilmu yang sangat luas ini.
Semoga dengan demikian bukan kesombongan yang muncul dihatiku, tetapi malah sebaliknya aku semakin merasakan bahwa sebenarnya aku tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan seluas lautan ilmu pengetahuan yang ada. Amin.
Langganan:
Komentar (Atom)