Rabu, 07 September 2011

SUKSES DENGAN RENDAH HATI

Alangkah indahnya dan damainya hati ini bila kita ciptakan suasana yang nyaman, tenang dan sejuk didalam lingkungan kita berada, baik dalam kesendirian ataupun bersama-sama teman. Kita dapat berfikir dengan baik, segar dan bertambah nuansa alam berfikir kita dalam menanata kehidupan.
Damai dalam arti setiap langkah kita selalu dibarengi dengan rasa cinta, rasa kasih sehingga timbullah ketenangan dalam setiap kebijakan yang kita ambil baik dalam berwicara, berwirasa, atapun berwikarya. Sesungguhnya setiap orang merindukan kedamaian dalam kehidupannya.


Untuk itu perlu adanya sikap yang kita tanamkan dalam hati kita “ tahu dan bijak “ sebelum melangkah, berjalan kedepan. Tahu dan bijak ini lahir dari kesederhanaan kita berprilaku dengan banyak- banyak mendengarkan pembicaraan orang lain dan sikap. Dengan demikian jalan yang kita tempuh tidak keluar dari rel yang kita naungi melainkan melibatkan kalbu kita terhadap segala sah wasangka yang bijak yang keluar dari nurani yang paling dalam untuk mengerti dan memahami orang lain dalam bersikap dan berprilaku untu menciptanan wicara, wirasa dan wikarya.
Insya Alloh sukses akan kita raih, orang pasti akan mendukung sebab apa yang kita wicarakan, wirasakan dan wikaryakan adalah hasil dari rembukan bersama orang-orang dalam pergaulan sehari-hari.
Tetapi setelah berhasil janganlah lupa diri, sebab sikap berlebih-lebihan dan tenggelam kedalam kesenangan duniawi akan menyeret kedalam jurang kenistaan. Jadikanlah apa yang kita raih itu sebagai sarana untuk mencapai kebahagiaan yang hakiki, yakni kebahagiaan dunia dan akherat.

Senin, 22 Agustus 2011

Makna ShoLat Taraweh Bagi Kesehatan


Sholat merupakan suatu aktivitas jiwa yang termasuk dalam kajian ilmu psikologi transpersonal, karena sholat adalah proses perjalanan spiritual yang penuh makna yang dilakukan seseorang manusia untuk menemui Tuhan Semesta Alam.
Sholat dapat menjernihkan jiwa dan mengangkat pesholat untuk mencapai taraf kesadaran yang lebih tinggi dan pengalaman puncak.
Sholat taraweh dilakukan setelah sholat Isya, pada waktu bulan Ramadhon, dimana sholat taraweh dilakukan 11 kali ( 22 rokaat, 11 kali salam ) dan diakhiri dengan 2 kali Witir ( 3 rokaat , 2 kali salam ).
Sepertinya berat sekali untuk melaksanakannya, tetapi dibalik itu semua sholat teraweh sangat baik sekali bagi kesehatan, karena gerakan-gerakan sholat akan berpengaruh positif terhadap semua system organ tubuh kita, sehingga berakibat sangat baik bagi kesehatan.

Hikmah Gerakan Sholat
Takbir, yaitu mengangkat kedua tangannya ke atas hingga sejajar dengan bahu-bahunya.
Apa maknanya?
Pada saat kita mengangkat tangan sejajar bahu, maka otomatis kita membuka dada, memberikan aliran darah dari pembuluh balik yang terdapat di lengan untuk dialirkan ke bagian otak pengatur keseimbangan tubuh, membuka mata dan telinga kita, sehingga keseimbangan tubuh terjaga.

Rukuk, yaitu meletakkan kedua telapak tangan di atas lutut.
Apa maknanya?
Rukuk yang dilakukan dengan tenang dan maksimal, dapat merawat
kelenturan tulang belakang yang berisi sumsum tulang belakang (sebagai syaraf
sentral manusia) beserta aliran darahnya. Rukuk pun dapat memelihara kelenturan tuas sistem keringat yang terdapat di pungggung, pinggang, paha dan betis belakang. Demikian pula tulang leher, tengkuk dan saluran syaraf memori dapat terjaga kelenturannya dengan rukuk. Kelenturan syaraf memori dapat dijaga dengan mengangkat kepala secara maksimal dengan mata mengharap ke tempat sujud.

Lalu bangun hingga berdiri tegak.
Apa maknanya?
Saat berdiri dari dengan mengangkat tangan, darah dari kepala akan turun ke bawah, sehingga bagian pangkal otak yang mengatur keseimbangan berkurang tekanan darahnya. Hal ini dapat menjaga syaraf keseimbangan tubuh dan berguna mencegah pingsan secara tiba-tiba.

Sujud dengan tenang.
Apa maknanya?
Bila dilakukan dengan benar dan lama, sujud dapat memaksimalkan aliran darah dan oksigen ke otak atau kepala, termasuk pula ke mata, telinga, leher, dan pundak, serta hati. Cara seperti ini efektif untuk membongkar sumbatan pembuluh darah di jantung, sehingga resiko terkena jantung koroner dapat diminimalisasi.

Kemudian bangunlah hingga duduk dengan tenang.
Apa maknanya?
Cara duduk di antara dua sujud dapat menyeimbangkan sistem elektrik serta syaraf keseimbangan tubuh kita. Selain dapat menjaga kelenturan syaraf di bagian paha dalam, cekungan lutut, cekungan betis, sampai jari-jari kaki. Subhanallah!

Dari semua gerakan dalam sholat dapat melenturkan urat syaraf dan mengaktifkan sistem keringat dan sistem pemanas tubuh. Selain itu juga membuka pintu oksigen ke otak, mengeluarkan muatan listrik negatif dari tubuh, membiasakan pembuluh darah halus di otak mendapatkan tekanan tinggi, serta membuka pembuluh darah di bagian dalam tubuh (arteri jantung). Dengan demikian sholat sangat bermanfaat sekali bagi kesehatan dan menyehatkan badan.

Kondisi yang demikian ini dilakukan 25 kali dalam kegiatan sholat taraweh, bayangkan bagaimana besarnya pengaruh positif terhadap kesehatan kita, oleh karena itu sehabis sholat taraweh bukan kecapekan yang kita peroleh, tetapi kesehatan yang sangat baik bagi kelancaran kehidupan manusia.

Demikian hikmah sholat taraweh bagi kesehatan, selain hikmah spiritual yang merupakan tujuan utama bagi setiap muslim dalam rangka meningkatkan iman dan ketagwaannya.

Referensi :
1. http://aurasukma.wordpress.com/2009/06/04/makna-dan-arti-gerakan-sholat/
2. http://almudarris.multiply.com/reviews/item/4

Minggu, 21 Agustus 2011

HIKMAH PUASA BAGI KESEHATAN

Puasa merupakan kewajiban bagi umat islam yang sudah baligh, karena pusa romadhon merupakan salah satu rukun islam yang diwajibkan untuk mengerjakannya.

Salah satu Faedah puasa :
Selain menahan nafsu secara harfiah, puasa juga mempunyai faedah yang sangat besar sekali bagi kesehatan manusia. Puasa adalah menahan makan dan minum selama satu hari, artinya didalam kegiatan aktifitas satu hari yang memerlukan energi sebagai tenaga untuk melakukan kegiatan ditahan, tetapi aktifitas kegiatan sehari-hari tetap dilakukan.

Yang menjadi pertanyaan dari mana asupan energi sebagai tenaga kegiatan sehari-hari ?

Didalam menghasilkan energi didalam tubuh terjadi beberapa proses, baik mulai dari makanan masuk lubang mulut sampai keluar melalui usus besar, dan sari makanan diserap yang akhirnya disalurkan kedalam aliran darah menghasilkan energi.
Lalu terjadilah panas, pada saat puasa tiada yang dimasukkan tetapi energi tetap diperlukan, lalu apa yang dibakar, adalah lemak-lemak yang ada didalam tubuh kita dimana kandungan lemah ini ada yang sangat merugikan bagi tubuh kita, karena mengandung lemak yang jahat. Pada saat kita puasa lemah beserta kandungannya terbakar sehingga secara otomatis menggelontorkan lemah-lemah yang jahat atau racun-racun yang ada didalam tubuh kita, untuk menghasilkan energi.
Dengan demikian puasa telah membantu menghilangkan racun-racun yang jahat yang sangat merugikan kesehatan kita. Dan sangat membantu sekali dalam menyehatkan badan kita.
Semoga kita termasuk orang-orang yang beriman. Amin.

Kamis, 09 Juni 2011

BAGAIMANA KALAU DENGAN PUJI-PUJIAN

Tidak mungkin didalam kehidupan ini, kita hidup sendiri dan menyendiri, tetapi kita hidup dalam lingkungan keluarga, RT ( rukun tetangga ), RW ( rukun warga ), desa, dan lingkungan yang seterusnya. Untuk hidup didalam kehidupan ini perlua adanya komunikasi, baik antar saudara, antar tetatangga atau teman dan orang lain yang dapat diajak untuk berbicara. Alangkah bahagianya bila percakapan itu membuahkan hasil yang membahagiakan, menyenangkan atau menambah semangat hidup ini.

Tetapi kadang sebaliknya, percakapan yang terjadi entah disadari atau tidak disadari, berupa :

1. Sindiran-sindiran baik yang kecil atau yang besar ( sarkasme ).
2. Caci maki yang berakhir dengan pertengkaran.
3. Memojokkan atau menyudutkan.

Kalau kita pikir kenapa ini terjadi, bukankah ini tak perlu kita lakukan, tak perlu kita kerjakan, tak perlu kita perlihatkan, tak perlu kita bicarakan, karena dengan demikian kita telah memperlihatkan bagaimana corak kepribadian kita dihadapan mereka.

Empat ( 4 ) Pilar Percakapan yang baik :

Bagaimana kalau awal pembicaraan diawali dengan permintaan maaf, seperti “ maaf kan saya, begini ........dst “, saya kira percakapan selanjutnya akan nyaman dan enak untuk diperdengarkan dan sepertinya lebih bersahabat dan lebih bersaudara. Sebab dengan demikian maka lawan bicarapun akan leluasa untuk mengutarakan isi hatinya, dan kitapun akan leluasa juga untuk mengajak bicara.


Bagaimana kalau percakapan difokuskan kepada pujian terhadap lawan bicara kita, seperti “ oh bajumu baik sekali, beli dimana........”, “ alangkah baiknya kalau memakai dasi..........”, saya kira percakapan ini akan menambah gairah lawan bicara untuk mengembangkan pokok pembicaraan sampai sedetil-detilnya. Saling memuji saling saling menghargai dan lain sebagainya, sehingga apa yang terucap didalam percakapan itu akan terpatri dimemori kita masing-masing, dan suatu waktu pasti akan kita kenang kembali.

Bagaimana kalau diselingi dengan rasa syukur , seperti “ alhamdulillah kita masih diberi kenikmatan..........sehingga..”. “ Alkhamdulillah kita dipertemukan........kalau tidak.......”. Rasa syukur inilah yang menambah semangat kita, dan memberikan kesadaran yang tinggi bahwa sebenarnya manusia itu tidak berdaya, tetapi dengan kesadaran itulah maka manusia menjadi punya daya untu berikhtiar dan berdoa, agar hidup dan bahagia .

Bagaimana kalau dengan percakapan-percakapan yang baik-baik saja, sperti “ Bagaimana udah selesai pekerjaannya..........”, “ bagaiaman kalau kita bekerja bersama-sama...............”. Saya kira ini akan menambah sahaya dan wawasan bicara kita semakin bertambah, kenapa demikian sebab percakapan pembicaraan yang baik sumbernya dari Tuhan.

SELALU INGAT

Sebagai manusia biasa sudah selayaknya mengalami kegoncangan jiwa yang akhirnya berakibat fatal bagi kesehatan raga. Dengan tekanan kehidupan yang sangat keras, kehidupan yang semakin tidak peduli, sehingga terasa menyesakkan dada, setiap saat, setiap detik, dan dimana saja kita berada, akhirnya penyesalan yang ada.

Bertambah parah apabila kita tidak tahu bagaimana dan siapa diri kita, dimana kita berada, sehingga kita semakin terpuruh pada kondisi yang semakin tersiksa, baik jiwa dan raga, akhirnya jatuh. Syukur apabila kita cuma jatuh sakit, tapi bagaimana bila kita struk, terbaring lemas tanpa harap semua lunglai tak berdaya, dan apabila fatal maka kematian akan menjemput kita. Semoga ini tak menimpa kita.

Lalu bagaimana solusi untuk menghadapi kehidupan ini :


Hidupkan suasana kecintaan didalam diri kita, didalam hati kita, pancarkan kasih sayang terhadap semua, semua yang berada didepan kita, baik yang nyata ataupun yang tidak nyata.
Kenapa kita tidak selalu bercanda, bersuka ria dengan sesama, pujian-pujian yang menambah semarah jiwa dan melupakan segala sah wasangaka. Berjalan dengan senyum dan menciptakan keheningan didalam jiwa, selalu ingat akan kebesaran Yang Maha Kuasa.

Bukan hanya dimasjid atau dimusholla kita sejenak mengheningkan cipta, bersyukur, tetapi dimana kita berada, baik dijalan, diruang kantor, dirumah, ditempat ketika kita makan dirumah makan, dimana saja, kita harus dapat menciptakan keheningan jiwa, agar kita tenang dan tidak gegabah. Kenapa suasana dimasjid yang penuh dengan ketenangan dan kejernihan tidak kita ciptakan dimana-mana dimana kita berada. Kenapa kalau dimasjid atau dimusholla kita bisa, tetapi kalau diluar kita tidak bisa. Rasanya tidak mungkin, kita pasti bisa , sebab kita adalah lakon yang berada baik dimusholla, masjid atau dimana kita berada. Akhirnya kebahagiaan selalu menyertai kita semua.

Berperilaku yang baik harus kita lakukan dimana kita berada, sebab perilaku yang baik tidak akan menyesatkan jiwa kita, justru akan membawa kealam yang lebih bersahaya, berbunga-bunga, bersamanya hidup kita tidak akan terbebani, justru sebaliknya menjadi enjoy, semangat dan jauh dari derita.

Dengan demikian maka wawasan kita semakin jauh kedepan, seluas samudera, seluas pancaran jiwa dan membawa kita jauh kedepan yang penuh harap dan sahaya.

Rabu, 11 Mei 2011

HATI YANG KERAS

Hidup ini adalah ujian, jadi sudah sewajarnya bila kita merasa resah, gelisah, susah, sedih dan cemas. K0ndisi yang demikian ini akan menyebabkan hati kita menjadi keras, dan kerasnya hati inilah yang menyebabkan kondisi hidup kita semakin parah. Kita tidak akan merasakan kebahagiaan.
Salah satu cara untuk menghilangkan kondisi yang demikian adalah dengan berbuat baik kepada orang lain, atau berbudi baik kepada orang lain. Dengan berbuat baik kepada orang lain lain InsyaAlloh semua akan sirna, kegelisahan, kesedihan, kesusahan, atau kecemasan, tetapi dengan syarat tanpa mengharap imbalan materi. Hati kita akan menjadi cerah, putih bersih dan mudah untuk menerima hidayah Alloh SWT.
Pakar kejiwaan mengatakan : " anda akan merasa bahagia apabila melihat orang lain bahagia, anda akan merasa bahagia apabila anda menjadi penyebab kebahagiaan orang lain " Theodhore Drezz dari Amerika.
" Bila seseorang ingin mendapatkan kenikmatan hidup, hendaknya ia berperan juga dalam membawa kenikmatan orang lain, karena kenikmatan seseorang itu tergantung atas kenikmatan orang lain. Begitu juga kenikmatan orang lain tergantung kepada kenikmatan seseorang ".
Ini bukan sekedar teori, tapi cobalah pasti kamu akan mersakan perubahan didalam kehidupanmu, baik jiwa dan raga. Jiwa akan menjadi cerah bersinar, dan raga akan menjadi sehat segar dan bugar.
Sebagai contoh, didalam kegelapan, kalau kita menyalakan lanpu maka orang lain disekitar kita akan merasakan terang, begitu juga kalau orang lain menyalakan lanpu maka kita yang disekitarnya akan merasakan terang. Dan seandainya kita menyalakan lampu untuk kegelapannya orang lain, maka kitapun merasakan terangnya bukan, bukan dia saja tetapi kita tidak dirugikan tetapi merasakan terangnya juga, sebaliknya bila orang lain menyalakan lanpu untu kita.
Jadi janganlah menjadikan sesuatu yang terang menjadi gelap, atau yang gelap malah digelapkan. Maka padamlah hati kita. Semoga kita semua termasuk orang-orang yang selalu menerima hidayahNya.

Kamis, 07 April 2011

JADILAH ORANG PERTAMA SETIDAKNYA ORANG KE DUA

Hidup adalah fitrah, dan sebagai manusia yang dilahirkan didunia ini harus menanggung fitrah dengan sabar dan ikhlas. Tetapi bukan berarti kita pasrah dengan ketentuan, berikhtiar dan berikhtiar adalah suatu kewajiban yang hakiki bagi setiap insan.

Orang Pertama :
Orang yang berikhtiar dan mendapatkan kepuasan baik secara batiniah dan materil, artinya kepuasan batin terpenuhi kepuasan materi terpenuhi. Itulah harapan setiap insan.

Orang Kedua :
Orang yang berikhtiar dan mendapatkan kepuasan batiniah saja tanpa kepuasan materil ( dalam tanda kutifp ), artinya kepuasan batin terpenuhi dan kepuasan materi terpenuhi tetapi tidak sesuai dengan harapan. Itulah kenyataan setiap insan yang puas dengan batinnya.

Orang Ketiga :
Orang yang berikhtiar tetapi tidak mendapatkan kepuasan batiniah ataupun kepuasan materil , artinya dalam berikhtiar mungkin ada kesalahan, baik secara prosedural atau pelaksanaannya. Akhirnya kecewa yang dalam mengarungi hidupnya.

Orang Keempat :
Orang yang tidak berikhtiar tetapi mengharap mendapatkan kepuasan batiniah ataupun kepuasan materil , rasanya ada kesalahan dalam hidup, baik secara prosedural atau pelaksanaannya. Akhirnya hidup dalam khayalan.

Marilah kita berikhtiar sesuai dengan kemampuan kita, agar kita menjadi orang pertama, atau setidaknya orang kedua, walaupun ada kepuasan sebatas batiniah saja ( dalam tanda kutip ). Semoga kita mendapatkan jalan yang benar dan petunjuk yang benar.