Damai dalam arti setiap langkah kita selalu dibarengi dengan rasa cinta, rasa kasih sehingga timbullah ketenangan dalam setiap kebijakan yang kita ambil baik dalam berwicara, berwirasa, atapun berwikarya. Sesungguhnya setiap orang merindukan kedamaian dalam kehidupannya.
Untuk itu perlu adanya sikap yang kita tanamkan dalam hati kita “ tahu dan bijak “ sebelum melangkah, berjalan kedepan. Tahu dan bijak ini lahir dari kesederhanaan kita berprilaku dengan banyak- banyak mendengarkan pembicaraan orang lain dan sikap. Dengan demikian jalan yang kita tempuh tidak keluar dari rel yang kita naungi melainkan melibatkan kalbu kita terhadap segala sah wasangka yang bijak yang keluar dari nurani yang paling dalam untuk mengerti dan memahami orang lain dalam bersikap dan berprilaku untu menciptanan wicara, wirasa dan wikarya.
Insya Alloh sukses akan kita raih, orang pasti akan mendukung sebab apa yang kita wicarakan, wirasakan dan wikaryakan adalah hasil dari rembukan bersama orang-orang dalam pergaulan sehari-hari.
Tetapi setelah berhasil janganlah lupa diri, sebab sikap berlebih-lebihan dan tenggelam kedalam kesenangan duniawi akan menyeret kedalam jurang kenistaan. Jadikanlah apa yang kita raih itu sebagai sarana untuk mencapai kebahagiaan yang hakiki, yakni kebahagiaan dunia dan akherat.