Senin, 30 Agustus 2010

TUHAN PENYAYANG UMATNYA

Tuhan telah menciptakan :
1. Jin dan Manusia.
2. Malaikat
3. Iblis
4. Alam seisinya.

Keempat ciptaannya ini semua mendapatkan kasih sayang yang sama, sebab Tuhan Maha Pengasih dan Penyayang, jadi kalau kita manusia tersesat karena ulah setan ( iblis ), bukan iblis yang dilaknat oleh Tuhan, tetapi kita ( manusia ) yang dilaknat olehNya, sementara kasih sayang Tuhan terhadap Iblis tetap, sebab Tuhan tidak membedakan kasih sayangnya terhadap ciptaanNya.

Oleh karena itu marilah kita hindari godaan setan ( iblis ) agar kita terhindar dari laknat Tuhan, dan kita kerjakan amanatNya, agar kita masuk surga kelak, dan selalu mendapat bimbinganNya. Amin Ya Robbal Alamin.

KEBUGARAN DARI ALAM

Kita mengharapkan kesehatan yang optimal , baik jasmani dan rokhani. Kesehatan ini akan tercapai bila kita, dapat merubah dan melaksanakan :

1. Pola Pikir.
( Hidup saudara adalah merupakan hasil berpikir saudara, oleh karena itu dengan kapasitas berpikir saudara, saudara dapat mengubah jalan hidup dengan cara mengubah jalan berpikir saudara. Dengan kapasitas berpikir saudara pula saudara dapat merasakan kenikmatan hidup ( sehat ) dan mersakan sakit. Adhil Fathi Abdullah dalam bukunya Membangun Positive Thinking )

Artinya jangan terlalu membebani pikiran kita dengan sesuatu hal yang memberatkan pikiran kita, tetapi lakukan sesuatu hal yang dapat kita lakukan dengan kemapuan kapasitas berpikir kita, dengan manajemen yang baik, dengan menyikapi yang baik, dan dengan control yang baik pula. Apabila kita keluar dari jalur kapasitas pemikiran kita maka akan berakibat fatal terhadap kehidupan kita. Didalam diri kita ada rasio ( otak ) dan rasa, yang keduanya bekerja bersamaan dalam menangkap stimulus yang diberikan oleh alam, tentunya dengan control keduanya, maka keseimbangan dan kestabilan kehidupan kita akan baik.

2. Pola Makan.
Makanlah sesuatu secukupnya, jangan makan terlalu banyak, dan jangan terlalu sedikit. Makanlah sesuatu yang layak untuk kesehatan tubuh kita, dan jauhi makanan yang membahayakan tubuh kita. Makan makanan terlalu banyak akan memberatkan organ-organ pencernakan kita didalam pekerjaannya, dan apabila terlalu sedikit juga akan merusak organ-organ tersebut.

MENGOPTIMALISASI KEBAHAGIAAN

Sosok kebahagiaan sangat mutlak diperlukan oleh manusia agar hidup dan kehidupannya dapat teratur dan sempurna. Ada dua hal yang perlu saudara ketahui agar optimalisasi kebahagian tercapai dengan baik.

Dua hal itu adalah :
1. Menyayangi orang lain seperti menyayangi diri sendiri.

Sudah selayaknya kita hidup bermasyarakat, baik berkumpul dengan masyarakat kelas atas, masyarakat kelas menengah dan masyarakat kelas bawah. Dan yang paling dekat dengan kita adalah masyarakat dimana kita berada, baik dirumah atau dilembaga kita bekerja. Dilingkungan inilah kita diharapkan untuk saling menghargai dan menyayangi, sebagaimana layaknya kita menghargai dan menyayangi diri kita sendiri. Memang terlalu berat untuk terlaksananya hal itu, bagaimana kita bisa mewujudkan kasih sayang ( menyayangi ) orang lain selayaknya menyayangi diri sendiri. Tapi bila saudara bisa melaksanakannya dengan baik, maka sebenarnya kita telah mengoptimalisasikan kebahagaiaan.
Alasannya :
Dengan menyayangi orang lain seperti diri kita sendiri, sebenarnya kita telah menggandakan rasa kebahagiaan.
a. Kita merasa bahagia karena telah membahagiakan orang lain.
b. Kebahagiaan yang dirasakan orang lain akan berimbas kedalam diri kita,
sebagaimana kebahagiaan yang ia rasakan.
Jadi dengan demikian kita telah mendapatkan dua kebahagiaan sekaligus, yaitu kebahagiaan yang kita rasakan karena membahagiakan orang lain, dan imbas kebahagiaan dari orang lain karena sikap yang telah kita berikan.

2. Mengikhlaskan sesuatu yang kita perlukan untuk kepentingan orang lain.
Agaknya terlalu berat untuk hal ini, tetapi itulah puncak kebahagian yang akan kita peroleh, bukan dua kebahagiaan, tetapi tiga kebahagiaan sekaligus kita peroleh, apabila kita mampu melakukannya. Tetapi ingat kita harus ikhlas, selama kita masih belum ikhlas maka sebaliknya.
Tiga kebahagiaan tersebut adalah:
a. Kita merasa bahagia karena telah membahagiakan orang lain.
b. Kebahagiaan yang dirasakan orang lain berimbas kedalam diri kita, sebagaimana
kebahagiaan yang ia rasakan.
c Kita terlepas dari beban, walaupun beban tersebut sebenarnya kita mampu
menanggulanginya. Kenapa kita mampu, sebab itu adalah milik kita dan sudah
sewajarnya apabila kita mampu menanggulanginya, dengan terlepasnya beban
tersebut maka sebenarnya kita telah menambah setitik kebahagiaan.
Tapi ingat dalam hal ini yang saya maksud cuma sebatas harta atau pekerjaan yang kita miliki, bukan yang lainnya ( dalam tanda kutip ).

InsyaAlloh dengan terlaksanya dua hal yang sangar essensial itu didalam kehidupan kita, maka kita akan merasakan kebahagiaan yang sangat dalam. Semoga kita dapat melaksanakannya. Amin.

Rabu, 25 Agustus 2010

GURU

Putih harum namamu…..kurajut dalam …
Menebar sukma kau beri fatwa... kau tak pernah berduka... pahlawan tanpa tanda jasa. Awan berkumandang ditengah nuangsa, tersirat abadi setiap hari kau tuliskan kata suci dihati hamba Illahi.... anak negeri. Itulah yang terpatri dihati..... guru, guru amanah negeri.
Kau rajut seribu angan, kau tabur sejuta harapan.... untuk tercinta asuhan sang dewi, yang kau pandang setiap hari, kadang ada tetes air mata, bila kau duka..... karena fatwa tak sampai ke mata sang asuhan permata, tapi ada harapan nuansa kelangit biru, bila asuhan sang dewi sampai keujung awan putih.... itulah guru.

SAYANG............SAYANGILAH DIRIMU

Pernah ku memandangmu, betapa bahagianya hatimu.
Lewat sorot matamu, dan lembutnya kata-katamu…..
Tapi aku hanyalah seonggok cahaya yang jauh darimu
Dan bila dekat aku adalah aku dan kamu adalah kamu.
Kini kutak bisa diam membisu.............
Sebab kau adalah bagian dari tanggung jawabku
Seperjalanan walau sejenak kau disisiku
Sayang kau adalah anak-anakku..siswaku dan muridku
Aku adalah cahaya yang mencoba menerangi jiwamu
Lewat perkataanku……………
Lewat sikap dan tindak tandukku…………..
Lewat ilmu yang kuberikan padamu..........
Hanya satu harapanku, semoga berguna bagimu..
Tapi aku tak memaksamu......................
Sebab aku adalah aku dan kamu adalah kamu
Seandainya kau rajut didalam hatimu..
Betapa bahagianya hatiku..
Sebab kau muridku, sayangku dan seirama denganku
Tapi bila kau buang jauh, akupun tak marah padamu
Sebab kau berjiwa dan bersahaya dan berkehidupan didunia....
Hanya satu pesanku…………
Sayang…………sayangilah Dirimu.


Damar, 14 Januari , 2010.
Catatan diwaktu senggang, Prigen.

AKU

Gelap mengitarai sang rembulan, sudah tidak ada lagi keindahan, awan kelabu berputar-putar tanpa arah, jalan semakin menikung, berbelok, mendekati panasnya sang mentari. Bayang sendu ombak kusuma sang biru merayu, ketika kusibah cahaya nirwana, ada secerca harapan tuk menjangkau rembulan, jalan masih panjang…… kata Begawan jagat raya. Alangkah indahnya bila semua adalah jalan berirama menuju kusama batu nirwana, gemerlapnya akan memancar dialam marca pada, tetapi apa kiranya…… bila hari-hari adalah awan sendu, tak ada lagi harap, tak ada lagi hasrat,….. bilakah waktu kan tiba, ……aku hanyalah sebongkah asa yang bersandar kepada alam marcapada, salahkah bila mengharap hadirnya berkah,……….oh alangkah naifnya bila kau tak menghiba, malah kau toreh gelap gulita.

Selasa, 24 Agustus 2010

SETELAH PADA PUNCAKNYA

Aku seorang sarjana pendidikan ( S2 ) dengan jurusan TEP ( Tehnologi Pembelajaran ) yang dengan izin Alloh diberikan tugas sebagai pengajar di Sekolah Lanjutan Pertama. 10 ( sepuluh ) tahun sudah aku mengabdikan diriku, dan selama itu aku mengadakan riset ( action riset ) terhadap kegiatan pembelajaran khususnya Sistem Pembelajaran dan Sistem Instraktional.

Dengan bekal ilmu pendidikan yang aku peroleh dari pendidikan pasca sarjana ( s2 ) tehnologi pembelajaran, aku mulai mengadakan riset terhadap siswa-siswi disekolah. Berhari-hari,berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun sampai akhirnya aku dapat menterjemahkan didalam tulisan beberapa pengertian ilmu pendidikan seperti :
1. Sistem Pembelajaran.
2. Sistem Instraksional.
3. Pengembangan Sistem Pembelajaran.
4. Strategi Pembelajaran Berbasis Sistem. dll

Tetapi pada akhirnya, pada puncaknya setelah semua khasanah ilmu pendidikan saya terjemahkan kedalam tulisan, aku merasakan betapa luasnya, betapa besarnya, betapa banyaknya, ilmu pengetahuan yang dilahirkan dari pengamatan alam dan atas kebesaranNya. Sehingga aku yang merasakan mendapatkan ilmu yang banyak ( ilmu pendidikan ) atas rahmatNya, tetapi disitu aku merasakan betapa kecilnya aku, betapa bodohnya aku, betapa kerdilnya aku, bila dibandingkan masih banyaknya ilmu pengetahuan yang sangat banyak, sangat luas, dan tersebar dibidang-bidang keahlian lainnya.

Disitulah aku mulai merasakan kekuasaan yang besar, adanya pengasih dan penyayang yang maha agung dan telah diberikan kepada aku, sehingga aku bisa menterjemahkan sebagian kecil dari cabang-cabang ilmu yang sangat luas ini.

Semoga dengan demikian bukan kesombongan yang muncul dihatiku, tetapi malah sebaliknya aku semakin merasakan bahwa sebenarnya aku tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan seluas lautan ilmu pengetahuan yang ada. Amin.