Sudah selayaknya sebagai manusia untuk saling silaturohmi, bahkan dianjurkan agar persaudaraan yang telah dibina tidak lepas atau putus. Bahkan kita dilarang untuk memutuskan tali silaturohmi.
Pada saat ini silaturohmi sering dilakukan bila hanya ada keperluan tertentu, sehingga baru ada silaturohmi ketika ada keperluan, tetapi bila tidak ada maka semua akan diam. Sedangkan pada saat kita mau berkunjung untuk silaturohmi sering dihantui perasaan yang bermacam-macam, karena adanya kepentingan tadi, dan yang lebih buruknya lagi maka kegiatan silaturohmi tidak dilakukan karena persaan tadi. Akhirnya tidak ada lagi saling kunjung mengunjungi, saling bersilaturohmi.
Marilah kita ubah tradisi ini kembali kepada silaturohmi murni, walaupun ada keperluan yang sangat penting mialnya, tetapi nomor satukan silaturohmi, dengan demikian maka akan terjadi keenjoian, kenikmatan, dan kesenangan didalam hidup dan kehidupannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar