Putih harum namamu…..kurajut dalam …
Menebar sukma kau beri fatwa... kau tak pernah berduka... pahlawan tanpa tanda jasa. Awan berkumandang ditengah nuangsa, tersirat abadi setiap hari kau tuliskan kata suci dihati hamba Illahi.... anak negeri. Itulah yang terpatri dihati..... guru, guru amanah negeri.
Kau rajut seribu angan, kau tabur sejuta harapan.... untuk tercinta asuhan sang dewi, yang kau pandang setiap hari, kadang ada tetes air mata, bila kau duka..... karena fatwa tak sampai ke mata sang asuhan permata, tapi ada harapan nuansa kelangit biru, bila asuhan sang dewi sampai keujung awan putih.... itulah guru.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar